Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

Kisah Dua Mutiara

Dikisahkan seorang saudagar kaya memiliki dua buah mutiara yang sangat indah. Mutiara-mutiara tersebut disimpannya di dalam sebuah kotak mutiara mewah beralaskan bantal yang halus dan empuk. Kedua mutiara itu menikmati hari-hari mereka bersama di tempat yang sangat nyaman, penuh kebanggaan, dan segala perhatian. Karena keindahannya, mutiara-mutiara tersebut dipamerkan di depan rumah sang saudagar dengan dilindungi wadah kaca sehingga siapapun yang lewat di depan rumah sang saudagar akan terkesima melihat mutiara-mutiara itu.

Sabtu, 08 Februari 2014

Cerpen: Kapten Kapal dan Ahli Mesin

Awak kapal tiba-tiba berteriak pada kapten, "Kapten, mesin kapal rusak!" Mendengar laporan anak buahnya, kapten yang percaya diri menjawab, "Tidak mungkin! Kapal ini sangat canggih, kuat. Tidak mungkin rusak!" Anak buahnya pun menjawab, "Silahkan lihat sendiri, Kapten." Kapten pun mempercayai anak buahnya setelah melihat mesin kapal nya benar benar rusak.

Senin, 24 Juni 2013

Cerpen Bagus: Air, Sepatu, dan Topi

Butir pasir berkumpul bersama
Bersama dalam lautan dirinya
Tak sanggup
Ia menahan panas dalam hatinya
lalu ia lepaskan
dan membakar ibu pertiwi

Mentari seakan bersekutu
Dalam hamparan api cokelat ini
membuat ragaku terbakar
membara hatiku
dan tak sanggup lagi aku berpikir
berpikir sebaik yang aku pikirkan
Air...
(Puisi karya Amarta Sadwika Sukma)

Seorang cendekiawan terjebak dalam panasnya gurun pasir sesuai dengan ilustrasi dalam puisi di atas. Tidak ada yang tahu kenapa ia bisa terjebak di sana. Sekarang yang ia pikirkan dan inginkan hanyalah air. Kemudian ia berusaha untuk mencari sumber air. Namun apa daya, itu gurun! Ia adalah seorang yang pintar, dia tahu tak ada satu tetes air pun dapat ia peroleh di gurun, kecuali itu Oase. Fatamorgana pun berkali kali menipunya. Ia merasa kecerdasannya menurun bagaikan menguap di tengah panasnya gurun. Sampailah ia pada rasa putus asa. Untuk pertama kalinya ia berdoa, "Tuhan, tolonglah hambamu ini."

Cerpen Bagus: Hanya dengan Segelas Susu

Jono, begitu teman temannya memanggil. Sehari-harinya dia belajar di sebuah SMP unggulan di daerahnya. Sayangnya, dia tidak bisa belajar dengan serius di rumah. Kondisi ekonomi yang tidak mendukung, membuatnya harus membantu ibunya menjual kue. Setiap pulang sekolah, dari siang sampai malam, Jono keliling kota untuk menjual kue buatan ibunya. Saking lelahnya, tak ada waktu lagi untuknya untuk belajar di rumah setelah itu.
 
Copyright 2009 PASS-ON. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogger Showcase